Konsolidasi Total di Lombok Tengah, Partai Gerakan Rakyat Siap Hadapi Pemilu 2029

Membangun kekuatan politik yang tangguh membutuhkan lebih dari sekadar janji dan retorika. Partai Gerakan Rakyat menegaskan komitmen tersebut melalui pengukuhan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di delapan kecamatan di Kabupaten Lombok Tengah. Langkah strategis ini merupakan bagian dari konsolidasi menyeluruh yang dirancang untuk memastikan partai siap menghadapi Pemilu 2029 dengan struktur organisasi yang solid, efisien, dan profesional.

Pengukuhan DPC dilakukan langsung oleh Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Rakyat Nusa Tenggara Barat di Sekretariat DPD PGR Lombok Tengah, Dusun Gabak, Desa Batujai, Kecamatan Praya Barat. Acara ini menjadi momentum penting bagi partai untuk menegaskan arah perjuangan periode 2026–2031 sekaligus memperkuat koordinasi hingga tingkat kecamatan. Dengan struktur yang kokoh di level lokal, setiap program kerja partai dapat dijalankan dengan tepat sasaran, sementara aspirasi masyarakat terserap untuk dijadikan dasar kebijakan.

Delapan DPC yang baru dikukuhkan memegang peran strategis sebagai motor penggerak organisasi. Mereka tidak hanya bertugas menjalankan administrasi, tetapi juga menggerakkan kader, membangun komunikasi dengan masyarakat, dan memastikan visi serta misi partai terealisasi. Dalam persaingan politik yang semakin ketat, keberadaan DPC aktif di kecamatan menjadi modal utama untuk membangun basis dukungan yang solid, loyal, dan berkelanjutan.

Acara pengukuhan juga dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dan figur berpengaruh. Kehadiran Lalu Ranggalawe dan Miq Geboh memberikan simbol dukungan moral yang menegaskan legitimasi proses konsolidasi. Partisipasi tokoh-tokoh ini menunjukkan bahwa penguatan struktur partai tidak hanya relevan bagi internal, tetapi juga mendapat perhatian masyarakat dan berbagai elemen politik setempat.

Dari sisi legalitas, pengukuhan ini memiliki dasar hukum melalui Surat Keputusan DPW PGR NTB Nomor: A25/52/keputusan/DPWGR/KAS/I/2026, yang ditetapkan pada 20 Januari 2026 di Mataram dan ditandatangani Ketua DPW, Lalu M. Patawari. Landasan hukum ini memberikan legitimasi resmi bagi setiap pengurus untuk menjalankan roda organisasi, sehingga setiap keputusan strategis memiliki dasar yang sah dan kredibel.

Sekretaris DPW NTB, M. Jaelani, menegaskan bahwa pembentukan delapan DPC ini disesuaikan dengan persyaratan verifikasi partai peserta Pemilu 2029. Strategi ini menunjukkan pendekatan realistis: memperkuat kualitas pengurus dan kelengkapan administratif terlebih dahulu sebelum memperluas struktur ke seluruh kecamatan di Lombok Tengah.

Struktur kepengurusan DPC dirancang efisien namun tetap fungsional. Dengan komposisi ketua, sekretaris, bendahara, dan sejumlah wakil, koordinasi internal dapat berjalan lancar dan efektif. Format ini memungkinkan pengambilan keputusan lebih terarah, pembagian tugas lebih proporsional, serta pelaksanaan program partai lebih terukur.

Delapan kecamatan yang kini memiliki DPC aktif meliputi Janapria, Kopang, Praya Barat Daya, Praya Barat, Praya Timur, Praya, Pujut, dan Batukliang. Kehadiran kepengurusan di wilayah ini menjadi fondasi awal sebelum struktur diperluas ke seluruh kecamatan. Strategi bertahap ini menunjukkan pendekatan realistis: memperkuat kualitas pengurus terlebih dahulu agar organisasi siap menghadapi setiap dinamika politik dengan matang.

Secara nasional, Partai Gerakan Rakyat telah membangun kepengurusan DPW di seluruh provinsi. Di NTB, struktur DPD telah rampung di sepuluh kabupaten/kota. Hal ini menegaskan bahwa penguatan di Lombok Tengah adalah bagian dari agenda konsolidasi nasional yang terintegrasi. Sinergi dari pusat hingga daerah menjadi kekuatan utama untuk menghadapi Pemilu 2029 dengan solid.

Pengukuhan DPC ini juga menyampaikan pesan moral: kemenangan politik tidak muncul secara instan. Ia lahir dari perencanaan matang, kerja keras, disiplin organisasi, dan konsistensi langkah. Dengan fondasi yang kuat, partai menunjukkan keseriusan untuk hadir sebagai kekuatan politik yang kredibel, adaptif, dan berpihak pada aspirasi masyarakat.

Konsolidasi hingga tingkat kecamatan memperlihatkan bahwa politik yang solid lahir dari akar rumput. Ketika struktur lokal aktif dan responsif, masyarakat memiliki ruang lebih luas untuk menyampaikan aspirasi, sementara partai mampu merumuskan kebijakan yang relevan dan berdampak nyata.

Kini fondasi telah diletakkan, struktur dikukuhkan, dan dukungan masyarakat terus menguat. Dengan konsolidasi menyeluruh hingga akar rumput, Partai Gerakan Rakyat Lombok Tengah siap menatap Pemilu 2029 bukan hanya sebagai peserta, tetapi sebagai kekuatan politik yang terorganisir, profesional, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.