Pesta Kurban TurunTangan Bekasi Hadirkan Makna Idul Adha yang Lebih Dekat, Hangat, dan Penuh Kebersamaan
Taufik
Minggu, 31 Mei 2026 | 21:22 WIB
BEKASI – Di tengah kehidupan yang semakin sibuk dan penuh kesibukan, momen untuk berkumpul, berbagi, dan saling menguatkan sering kali menjadi hal yang langka. Padahal, kebersamaan merupakan salah satu nilai penting yang mampu mempererat hubungan antar sesama dan menciptakan kebahagiaan yang nyata. Berangkat dari semangat tersebut, TurunTangan Bekasi menghadirkan program “Pesta Kurban”, sebuah kegiatan sosial yang tidak hanya berfokus pada pembagian daging kurban, tetapi juga membangun ruang kebersamaan yang penuh kehangatan dan makna.
Untuk pertama kalinya digelar, Pesta Kurban berlangsung di Pondok Pesantren Fajar Cendekia, Kota Bekasi, pada Rabu (27/05/2026). Mengusung tema “Berbagi Kebaikan, Berbagi Kebersamaan”, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kurban dapat menjadi jembatan untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat kepedulian, dan menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan pesantren sudah dipenuhi aktivitas yang menggambarkan semangat gotong royong. Para relawan datang dengan antusias untuk mengambil bagian dalam kegiatan yang telah dipersiapkan sejak jauh hari. Bersama para santri dan masyarakat sekitar, mereka bekerja sama menjalankan berbagai proses dengan penuh semangat dan rasa kekeluargaan.
Sebanyak sebelas ekor hewan kurban diproses dalam kegiatan tersebut. Mulai dari penyembelihan, pemotongan, penimbangan, hingga pengemasan daging dilakukan secara bersama-sama. Tidak hanya menjadi kegiatan sosial biasa, proses ini menjadi simbol kuat bahwa ketika banyak orang bersatu dalam tujuan yang baik, manfaat yang dihasilkan akan terasa lebih luas dan bermakna.
Berbeda dengan kegiatan kurban pada umumnya, TurunTangan Bekasi menghadirkan konsep yang lebih partisipatif. Semua pihak diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai aktivitas sehingga nilai berbagi tidak hanya dirasakan oleh penerima manfaat, tetapi juga oleh mereka yang ikut berkontribusi dalam pelaksanaannya.
Untuk menciptakan pengalaman yang lebih berkesan, kegiatan dibagi ke dalam empat zona utama. Pojok Potong Kurban menjadi pusat proses penyembelihan dan pengolahan hewan kurban. Lapak Berbagi Daging menjadi area distribusi yang memastikan manfaat kurban dapat diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Dapur Olah Rasa dan Masak Bersama menjadi ruang kolaborasi yang penuh antusiasme. Di area ini, relawan dan para santri bekerja sama mengolah daging kurban menjadi berbagai hidangan yang akan dinikmati bersama. Sedangkan Santap Berjamaah menjadi simbol dari kebersamaan yang berhasil dibangun sepanjang hari, ketika seluruh peserta duduk bersama tanpa memandang usia maupun latar belakang.
Konsep tersebut lahir dari keyakinan bahwa kurban bukan hanya tentang memberi, tetapi juga tentang membangun hubungan yang lebih dekat dengan sesama. Sebab sering kali, perhatian, waktu, dan kebersamaan memiliki nilai yang sama berharganya dengan bantuan materi.
Fitri Nur Azizah selaku penanggung jawab kegiatan menjelaskan bahwa Pesta Kurban dirancang untuk menghadirkan pengalaman Idul Adha yang lebih hidup dan melibatkan banyak pihak.
“Kami ingin semua yang hadir bisa merasakan kebahagiaan yang sama. Tidak hanya menerima manfaat kurban, tetapi juga menikmati proses berbagi, bekerja sama, dan membangun hubungan yang lebih dekat satu sama lain. Inilah semangat yang ingin kami hadirkan melalui Pesta Kurban,” ujarnya.
Kehangatan kegiatan semakin terasa saat agenda Masak Besar Bersama dimulai menjelang sore. Pada kesempatan tersebut, TurunTangan Bekasi menggandeng Fahmi Prachaya Rungroj atau yang akrab dikenal sebagai Chef Ami, alumni MasterChef Indonesia Season 11.
Kehadiran Chef Ami menjadi pengalaman yang sangat berkesan bagi para santri. Dengan pendekatan yang santai dan interaktif, ia mengajak peserta untuk terlibat langsung dalam proses memasak. Dapur pesantren yang biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berubah menjadi ruang belajar yang penuh semangat dan kreativitas.
Para santri tampak antusias membantu menyiapkan bahan makanan, mencampurkan bumbu, hingga mengaduk masakan dalam kuali besar. Aroma rempah-rempah yang harum menyebar ke seluruh area pesantren dan menciptakan suasana yang semakin hangat.
Bersama relawan dan para santri, Chef Ami mengolah hidangan yang disajikan kepada sekitar 200 peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut. Momen memasak bersama itu bukan hanya menghasilkan makanan lezat, tetapi juga membangun kedekatan yang membuat seluruh peserta merasa menjadi bagian dari satu keluarga besar.
Chef Ami mengaku terinspirasi oleh semangat kebersamaan yang ia lihat selama kegiatan berlangsung.
“Menurut saya, kegiatan seperti ini sangat luar biasa karena menghadirkan banyak orang dalam satu tujuan yang baik. Melihat semua orang saling membantu, tertawa bersama, dan menikmati proses yang dijalani membuat saya semakin percaya bahwa kebersamaan memiliki kekuatan yang sangat besar,” tuturnya.
Selain memasak bersama, para relawan juga mengajak santri mengikuti berbagai permainan edukatif yang dirancang untuk membangun kerja sama dan meningkatkan rasa percaya diri. Keceriaan terlihat di hampir setiap sudut pesantren. Tawa para santri menjadi bukti bahwa perhatian dan kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan yang sederhana namun sangat berarti.
Menjelang sore hari, para relawan kembali melanjutkan misi berbagi dengan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan. Pembagian tersebut menjadi bentuk nyata dari semangat kepedulian yang ingin terus ditanamkan melalui kegiatan ini.
Setelah seluruh proses distribusi selesai, kebersamaan masih berlanjut hingga malam hari melalui kegiatan bakar sate bersama. Dalam suasana santai dan penuh kehangatan, relawan, santri, dan masyarakat berkumpul menikmati hidangan sambil berbagi cerita dan pengalaman.
Melalui Pesta Kurban perdana ini, TurunTangan Bekasi berhasil menghadirkan wajah Idul Adha yang lebih dekat dengan nilai kemanusiaan. Tidak hanya tentang membagikan daging kurban, tetapi juga tentang menghadirkan kebahagiaan, mempererat persaudaraan, dan membangun kepedulian yang nyata. Di tengah kehidupan yang semakin individual, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kebaikan akan selalu tumbuh ketika banyak orang bersedia berjalan bersama. Dengan semangat tersebut, TurunTangan Bekasi berharap Pesta Kurban dapat terus hadir setiap tahun dan menjangkau lebih banyak masyarakat, sehingga semakin banyak kebahagiaan yang dapat dibagikan kepada sesama.
