Problematika mengenai sampah memang sudah ada sejak dulu. Terkadang dibutuhkan pengelolaan sampah yang efektif dibandingkan hanya menimbunnya saja. Oleh karena itu, ada berbagai gerakan yang muncul untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satunya adalah Waste 4 Change yang berdiri sejak 2014. Perusahaan sosial ini memiliki misi utama yaitu bertanggung jawab dalam pengelolaan sampah.

Inilah Sistem yang ada di Waste 4 Change untuk Mengelola Sampah secara Efektif

 

1. Memiliki Visi dan Prinsip Mendasar dalam Pengelolaan Sampah

Waste 4 Change memiliki visi mendasar yaitu memimpin proses kelola sampah dengan etika dan tanggung jawab. Jadi, sampah tidak boleh hanya ditimbun saja karena bisa merusak lingkungan. Hal inilah yang menjadi dasar sistem pengelolaan sampahnya baik organik, anorganik, atau residu. Visi ini juga mendasari target pengelolaan sampah yang lebih besar ke depannya.

Untuk prinsipnya sendiri, perusahaan sosial ini ingin mengajak banyak pihak untuk berkolaborasi dalam mengelola sampah dengan pertanggungjawaban. Salah satunya seperti petugas pengangkut sampah yang bisa bekerja sama dengan perusahaan ini untuk bersama-sama mengelola sampah. Hal terpenting adalah pemberdayaan mitra lokal.

Perusahaan ini juga sangat terbuka untuk bekerja sama dengan pihak lain terkait dengan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab. Pihak-pihak ini bisa dari pemerintah, swasta, dan masyarakat. Kerja sama antara ketiga pihak ini tentu akan membuat problematika sampah bisa teratasi dengan baik. Sampah menjadi permasalahan lingkungan yang harus diatasi bersama agar bisa segera diselesaikan.

2. Pengembangan Lini Bisnis

Perusahaan sosial ini mengembangkan empat lini bisnis. Keempat lini tersebut terdiri dari: consult (konsultasi), campaign (kampanye), collection (mengoleksi), dan create (berkreasi). Keempat lini inilah yang mendasari proses pengolahan sampah sehingga bisa berjalan dengan optimal dan efektif. Selain itu, keempat lini ini saling berkesinambungan dengan berbagai pihak lain yang menjadi klien.

Perusahaan ini sudah memiliki berbagai klien baik berupa perusahaan besar, berskala kecil, atau bahkan rumah tangga. Hal ini tentu berdampak positif karena tujuan untuk pengelolaan sampah dengan bertanggung jawab sudah menyasar berbagai pihak. Jadi, pihak-pihak lain yang sudah bekerja sama dengan perusahaan ini akan terbantu dengan sistem kelola sampah dengan tanggung jawab.

3. Mencakup Berbagai Wilayah

Dalam pelaksanaannya, perusahaan sosial ini sudah memiliki cakupan beberapa wilayah agar pengolahan sampah bisa berjalan efektif. Untuk sementara, wilayah yang sudah dicakup terdiri dari Depok, Bekasi, Jakarta, dan Tangerang. Selain itu, ada juga cabang di Wilayah Jawa Timur yaitu Sidoarjo agar cakupan operasional untuk pengelolaan sampah bisa lebih luas lagi.

4. Pengelola Sampah Berjenis Organik

Perusahaan sosial ini mengelola sampah berjenis organik dengan konsep sederhana. Sampah ini akan dipilah, dilakukan pendataan, terakhir pengolahan. Pada dasarnya, sampah berjenis organik ini akan diolah menjadi kompos dengan tiga cara. Cara pertama menggunakan maggot dan Black Soldier Flies untuk mengolah sampah menjadi protein tinggi dan kompos.

Cara kedua adalah menggunakan Cacing Vermikompos untuk menghasilkan kompos dengan kualitas yang lebih baik. Sedangkan cara ketiga menggunakan open windrow composting yaitu pemanfaatan proses aerasi alamiah di tempat terbuka.

5. Pengelola Sampah Berjenis Anorganik

Dalam mengelola sampah berjenis Anorganik, perusahaan sosial ini memberikan layanan penjemputan untuk setiap klien. Klien juga bisa mengirimkan sendiri. Setiap sampah sudah melalui penyortiran sendiri dari klien. Namun, akan ada penyortiran ulang guna mengklasifikasi lagi jenis-jenis sampah. Prinsip pengelolaanya sendiri memakai 3R yaitu reduce, reuse, dan recycle.

Proses pertama adalah penghilangan brand di plastik maupun botol. Akan ada proses pencacahan jika susah dihilangkan. Setelah itu akan ada sorting secara mendetail yang dibedakan berdasarkan tiap-tiap jenis kaca dan plastik. Hal ini juga menjadi data tersendiri untuk klien. Sampah yang sudah dicacah akan dikirimkan kembali ke pabrik kaca dan juga plastik sebagai bahan baku.

6. Pengelola Sampah yang Tidak Dapat Didaur Ulang

Untuk mengelola sampah yang tidak dapat didaur ulang, perusahaan sosial ini memiliki cara tersendiri. Jenis sampah ini terdiri dari basah, bangkai, popok bayi, dan sebagainya. Perusahaan akan mengolah 70% sampah sebagai target. Sedangkan 30% sampah dikirimkan ke TPA melalui kerja sama dengan pemerintah.

Terdapat juga perusahaan lain yang menjadi klien meminta setiap sampah yang dikirim tidak disalurkan kembali ke TPA. Konsep ini memiliki istilah zero waste to landfill. Dalam melaksanakan konsep tersebut, perusahaan sosial ini memiliki mitra tertentu. Mitra tersebut adalah pabrik semen yang berlisensi sehingga bisa mengolah sampah jenis ini menjadi semen.

7. Berbagai Program untuk mendukung Pengelolaan Sampah

Waste 4 Change memiliki berbagai program lain untuk mendukung pengelolaan sampah. Salah satunya adalah campaign dan consult yang diurus oleh Divisi Strategic Services. Tujuan utamanya untuk mengampanyekan sekaligus memberi konsultasi betapa pentingnya sampah agar dikelola dengan bertanggung jawab.

Selain itu, perusahaan sosial ini memiliki berbagai diskusi online dan juga forum internasional yang membahas pengelolaan sampah. Ada juga Jambore Persampahan dan berbagai jenis kelas pelatihan.  Informasi kegiatan yang diselenggarakan bisa dilihat melalui website http://waste4change.com atau akun sosial media.

Itu tadi berbagai penjelasan tentang Waste 4 Change yang menjadi perusahaan sosial dalam pengelolaan sampah. Perusahaan sosial ini memiliki sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dengan visi, misi, serta prinsip kuat. Ada juga program lain untuk mendukung pengelolaan sampah berjalan lancar. Jika ingin mendukung gerakan ini, bisa berdonasi melalui website http://waste4change.com.

By Opung